TANJUNGPINANG, BacaDulu.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (PP IWSS), Dra. Hj. Andi Nurhiyari, M.Si., melantik Nenny Dwiyanna Nyanyang sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) IWSS Provinsi Kepulauan Riau bersama jajaran pengurus periode 2026–2031, Minggu (18/10/2026) pagi di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Kota Tanjungpinang.
Pelantikan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Budaya Terjaga, IWSS Kepri Jaya” itu turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, serta istri Gubernur Kepri sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri, Hj. Dewi Kumalasari Ansar.
Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW KKSS) Kepri, Ady Indra Pawennari, diwakili Wakil Ketua BPW KKSS Kepri, Arifin Ahmad bersama jajaran pengurus lainnya. Sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi perempuan juga menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Nenny menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pengukuhan jabatan, melainkan amanah untuk membawa IWSS Kepri menjadi organisasi perempuan yang aktif, solid, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pelantikan ini adalah amanah sekaligus tanggung jawab bersama untuk membawa IWSS Kepri menjadi organisasi yang aktif, solid, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Nenny.
Menurutnya, Kepulauan Riau merupakan daerah yang tumbuh dalam keberagaman suku, agama, dan budaya. Karena itu, perempuan Sulawesi Selatan yang menetap di Kepri memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan budaya leluhur sekaligus membangun kehidupan harmonis bersama masyarakat setempat.
Nenny menekankan bahwa nilai-nilai luhur budaya Bugis-Makassar yang mengajarkan tanggung jawab, kehormatan, persaudaraan, dan kepedulian sosial harus menjadi landasan bagi seluruh pengurus dalam menjalankan organisasi.
Ia juga mengangkat filosofi siri’ na pacce, yang mengandung nilai harga diri, kehormatan, solidaritas, dan empati terhadap sesama. Filosofi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi diwujudkan melalui sikap saling membantu dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Kepulauan Riau adalah rumah kita bersama. Di tengah keberagaman suku dan budaya, kita membawa nilai-nilai luhur Bugis-Makassar yang mengajarkan tanggung jawab, kehormatan, dan persaudaraan. Semangat siri’ na pacce harus kita wujudkan dengan menjaga keharmonisan dan saling peduli terhadap sesama,” katanya.
Nenny menilai IWSS memiliki peran penting dalam menjaga kearifan lokal, melestarikan budaya, sekaligus mendorong pemberdayaan perempuan. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan, memperkuat ekonomi keluarga, serta meningkatkan kepedulian sosial.
Ia pun mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk membangun organisasi dengan semangat kebersamaan, menghindari kepentingan pribadi, serta mengedepankan kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan anggota maupun masyarakat luas.
“Mari kita buktikan bahwa IWSS Kepri mampu menjadi wadah perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan berdaya, sekaligus mampu mewujudkan keluarga yang harmonis serta masyarakat yang rukun, sejahtera, dan saling menghargai,” ungkapnya.
Sebelum resmi dilantik, Nenny telah dipercaya memimpin IWSS Kepri melalui forum Tudang Sipulung yang berlangsung di Hotel Pelangi, Tanjungpinang, pada September 2025. Dalam musyawarah tersebut, ia terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan peserta yang hadir.
Istri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura itu juga aktif dalam berbagai organisasi perempuan. Selain memimpin Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Kepri,
Nenny mengemban amanah sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepulauan Riau.
Dengan kepengurusan baru, IWSS Kepri diharapkan semakin memperkuat hubungan kekeluargaan perempuan Sulawesi Selatan yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota, sekaligus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah serta organisasi masyarakat lainnya.
Pelantikan tersebut menjadi awal perjalanan kepengurusan IWSS Kepri selama lima tahun mendatang untuk menerjemahkan semangat
“Perempuan Berdaya, Budaya Terjaga, IWSS Kepri Jaya” menjadi program nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat di Bumi Segantang Lada.












