Bintan, Kepri – kksskepri.com Kisah haru dialami seorang warga lanjut usia (lansia) keturunan Bugis, Sulawesi Selatan (Sulsel), Daeng Maggassing, yang hidup sebatang kara di Kawal, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Ia terlantar tanpa keluarga dan dalam kondisi sakit yang memprihatinkan.(15/4/2026)
Mengetahui adanya kejadian tersebut, Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Kepri bergerak cepat mengambil langkah penanganan untuk memulihkan kesehatan warganya tersebut.
Penanganan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, yang meminta jajaran segera melakukan kunjungan langsung ke lokasi, serta mencarikan solusi terbaik bagi yang bersangkutan.
Berdasarkan hasil penelusuran, Daeng Maggassing diketahui berasal dari Barebbo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan telah merantau serta menetap di Bintan selama kurang lebih 20 tahun. Namun di usia senja, ia tidak lagi mampu bekerja sebagai nelayan dan kini hanya bergantung pada belas kasihan masyarakat sekitar.

Kondisi kesehatannya juga memprihatinkan. Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Kawal, ditemukan adanya luka bekas jahitan di bagian kepala, serta kondisi tubuh yang lemah akibat kurangnya asupan gizi. Ia juga mengalami kesulitan makan karena sariawan.
Selain itu, dari hasil assessment diketahui bahwa yang bersangkutan hidup sebatang kara setelah istri dan anaknya meninggal dunia. Saat ini, ia menumpang tinggal di belakang pos salah satu partai politik di wilayah Kawal.
Melihat kondisi tersebut, KKSS bersama pihak terkait segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Bintan guna memberikan penanganan yang layak, termasuk mengupayakan penempatan di Rumah Bahagia agar mendapatkan perawatan berkelanjutan.
Ketua KKSS Kepri, Ady Indra Pawennari, melalui Humasnya A. Ridwan menyampaikan bahwa langkah cepat ini merupakan bentuk kepedulian nyata organisasi terhadap sesama warga perantau asal Sulawesi Selatan.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial KKSS. Kami bergerak cepat sesuai arahan Ketua untuk memastikan saudara kita mendapatkan penanganan yang layak. Saat ini proses administrasi telah selesai dan kami terus mengawal hingga beliau mendapatkan perawatan terbaik,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa KKSS akan terus hadir membantu warga Bugis yang membutuhkan, khususnya yang berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan perhatian serius.
Sementara itu, pihak Dinas Sosial Kabupaten Bintan yang turut hadir dalam proses assessment telah menawarkan penanganan melalui penempatan di Rumah Bahagia, dan tawaran tersebut telah disetujui oleh Daeng Maggassing.
Dengan kondisi yang tidak memungkinkan untuk hidup mandiri tanpa pendampingan, langkah ini dinilai sebagai solusi terbaik demi kesehatan yang bersangkutan.
(Andi Ridwan)












